Rabu, 8 September 2010

Sukses Tapi tidak Bahagia

Saya sukses dalam karier, tetapi kesuksesan yang saya raih tidak membuat saya bahagia. Saya jenuh menjalani hidup ini. Saya ingin bertanya kepada Pak Ary, apa yang membuat saya seperti ini dan bagaimana mengatasinya?

Bembi, Yogyakarta

Jawaban:

Saudara Bembi yang saya hormati, yang Saudara alami juga banyak dialami oleh orang-orang lain yang telah mencapai puncak kesuksesan baik karier maupun materi, tetapi merasakan sesuatu yang “hampa dan kosong”. Mereka baru menyadari bahwa mereka menaiki tangga yang salah, setelah mencapai puncak tertinggi kariernya.

Orang-orang sukses tadi kehilangan makna spiritual dalam dirinya. Penyakit seperti ini banyak diderita oleh orang-orang modern, yang dinamakan spiritual patology atau spiritual illness. Kita tentu masih ingat saat seorang presiden direktur mati bunuh diri dengan meloncat dari gedung pencakar langit yang tinggi. Begitu juga seorang top eksekutif Indonesia, yang meninggal bunuh diri dengan terjun dari sebuah apartemen di Jakarta.

Manusia seperti ini adalah manusia yang tidak mengetahui tujuan hidupnya dengan jelas; mengapa ia harus terus bekerja sepanjang tahun secara terus-menerus. Ia tidak mengetahui pusat orbit yang dikelilingi sepanjang hidupnya. Ia tidak tahu siapa dirinya dan tidak tahu dimana dirinya. Ia tidak tahu untuk apa ia hidup. Bahkan, ia tidak tahu ke mana ia akan pergi nantinya.Karena itu, kita harus mengetahui siapa diri kita; untuk apa diciptakan dan ke mana arah tujuan hidup kita.

Inti dari kecerdasan spiritual adalah saat kita mengetahui makna tertinggi kehidupan (ultimate meaning). Pertanyaan akan makna kehidupan akan terus menggelayuti diri kita karena ia ada pada fungsi otak God Spot. God spot yang berada pada temporal lobe inilah yang akan terus mendorong manusia untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan makna kehidupan.

Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakanmu dari segumpal darah. (QS. Al-‘Alaq (96) : 1-2)

 

0
No votes yet
Your rating: Tidak ada
Nikmati sajian informasi kami dari browser ponsel Anda di http://m.esqmagazine.com

Komentar

Avatar Anonim
karier dan materi bukanlah ukuran kesuksesan. Ada satu pemahaman yang lain tentang kesuksesan dimana ukurannya bukanlah sesuatu yang bersifat artifisial yang menipu. Seorang yang hatinya tidak terpengaruh oleh apa yang dilihat oleh matanya boleh jadi sukses menjalani hidupnya. Selama anda gelisah dan tidak menemukan ketentraman, kecukupan dan kesejahteraan sekalipun memiliki segala hal yang bersifat duniawi, harta, karier, jabatan, kekuasaan dll, anda bukan orang sukses. Ada baiknya sukses kita katakan sebagai sebuah "maqom" saja. Bagaimana anda bisa menggapainya jika dikelabui oleh hijab dan selubung ? "Bukankah manusia merugi kecuali mereka yang beriman, berprestasi (amal saleh), tetap berada dalam kebenaran dan bersabar? Mari kita lihat kembali what we did last time.

Kirim komentar

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
13 + 6 =
Selesaikan soal berhitung sederhana ini.