Rabu, 8 September 2010

Kesenian Tradisional Ditinggalkan

Esqmagazine.com - Pengamat kesenian tradisional Prof Rahayu Supanggah mengatakan sejumlah kesenian tradisional di Indonesia telah mengalami pergeseran dan peminatnya mulai berkurang. “Kesenian tradisional mulai kehilangan peminat terutama di kalangan generasi muda," ujar guru besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Jawa Tengah di Jakarta, Jumat (3/7).

Tambahnya, di sela Festival Nasional Kesenian Musik Tradisi Anak-anak 2009 itu, generasi muda lebih suka mengadopsi budaya asing dibanding dengan kesenian tradisi yang telah ada. Hal itu tidak bisa dibendung begitu saja karena dalam kemajuan teknologi untuk mengakses sesuatu yang diinginkan sangat mudah.

"Misalnya untuk mendapatkan musik atau lagu asing bisa dengan cara mengkopi lewat internet. Termasuk juga dari tayangan televisi terkait budaya asing sangat beragam," katanya.

Rahayu mengatakan, festival ini merupakan salah satu upaya untuk pelestarian karena beberapa kesenian tradisional mulai diambang kepunahan. Terkait kesenian musik tradisi anak-anak itu, sudah ada kemajuan mempelajari kesenian tradisional.

"Minat anak-anak untuk kesenian tersebut ada, tetapi dalam setiap pagelaran seni yang lebih berperan adalah kepentingan penyelenggara dengan berbagai aturan," pungkasnya. (tino)

0
No votes yet
Your rating: Tidak ada
Nikmati sajian informasi kami dari browser ponsel Anda di http://m.esqmagazine.com

Komentar

Kirim komentar

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
16 + 2 =
Selesaikan soal berhitung sederhana ini.