Kesenian Tradisional Ditinggalkan
Esqmagazine.com - Pengamat kesenian tradisional Prof Rahayu Supanggah mengatakan sejumlah kesenian tradisional di Indonesia telah mengalami pergeseran dan peminatnya mulai berkurang. “Kesenian tradisional mulai kehilangan peminat terutama di kalangan generasi muda," ujar guru besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Jawa Tengah di Jakarta, Jumat (3/7).
Tambahnya, di sela Festival Nasional Kesenian Musik Tradisi Anak-anak 2009 itu, generasi muda lebih suka mengadopsi budaya asing dibanding dengan kesenian tradisi yang telah ada. Hal itu tidak bisa dibendung begitu saja karena dalam kemajuan teknologi untuk mengakses sesuatu yang diinginkan sangat mudah.
"Misalnya untuk mendapatkan musik atau lagu asing bisa dengan cara mengkopi lewat internet. Termasuk juga dari tayangan televisi terkait budaya asing sangat beragam," katanya.
Rahayu mengatakan, festival ini merupakan salah satu upaya untuk pelestarian karena beberapa kesenian tradisional mulai diambang kepunahan. Terkait kesenian musik tradisi anak-anak itu, sudah ada kemajuan mempelajari kesenian tradisional.
"Minat anak-anak untuk kesenian tersebut ada, tetapi dalam setiap pagelaran seni yang lebih berperan adalah kepentingan penyelenggara dengan berbagai aturan," pungkasnya. (tino)
Baca juga...
- Sami Yusuf Rilis Single Baru untuk Korban Banjir
- ANTARA Gelar Pameran Foto Sisi Lain Mekkah
- Peninggalan Soekarno-Inggit Akan Dilelang
- Pameran Kartun Internasional di BBJ
- Arkeolog Cina Rekonstruksi Puing-puing Istana Kuno
- Fosil Pohon Raksasa Gegerkan Sukabumi
- Inilah Pemenang Lomba Foto Harkitnas 2010
- Akpindo Gelar Festival Rakyat Kalimalang
- Ada Angklung di 50 Tahun Indonesia-Tunisia
- Ada Gamelan di Kurikulum Uncle Sam
-
2 hari 8 jam yang lalu
-
4 hari 20 jam yang lalu
-
5 hari 19 jam yang lalu
-
1 minggu 18 jam yang lalu
-
1 minggu 2 hari yang lalu
-
1 minggu 5 hari yang lalu
-
2 minggu 1 hari yang lalu
-
2 minggu 2 hari yang lalu
-
2 minggu 3 hari yang lalu
-
2 minggu 3 hari yang lalu

Komentar
Kirim komentar