WHO: Wabah H1N1 tak Bisa Dihentikan
Esqmagazine.com - Penyebaran penyakit flu babi di seluruh dunia saat ini tidak bisa dihentikan. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Margareth Chan saat membuka forum di Cancun, Meksiko yang membahas mengenai cara-cara menangani flu babi.
Ketika pertemuan ini dibuka, Inggris memperkirakan akan muncul 100.000 kasus H1N1 baru setiap hari pada Oktober mendatang. Walaupun telah menyebarluas, namun menurut WHO sebagian besar kasus H1N1 sebenarnya tergolong ringan dan banyak orang sembuh dari penyakit ini tanpa bantuan.
Sementara itu, puncak wabah flu sekarang terjadi di Amerika Selatan dan banyak negara yang mengumumkan keadaan darurat. Dari El Salvador dilaporkan adanya korban meninggal dunia pertama akibat flu babi. Laporan tersebut hanya sehari setelah Paraguay mengumumkan korban pertama di negara tersebut. "Seperti kita lihat saat ini, 100 negara telah melaporkan penyakit ini. Begitu virus pandemi muncul, penyebarannya secara internasional tidak bisa dihentikan," kata Dr Chan.
Para kepala pemerintahan dan pakar dari 50 negara menghadiri pertemuan di Cancun untuk membahas strategi mengatasi virus flu babi. Penyakit ini telah menarik perhatian dunia lebih dari dua bulan lalu. Sejak itu virus H1N1 menyebar di lebih dari 100 negara, menginveksi lebih dari 70.000 orang dan menewaskan lebih dari 300 orang di seluruh dunia. Sementara itu, di Indonesia sendiri sampai Jumat malam (3/7) telah dilaporkan 20 orang terjangkit penyakit ini dan sedang mendapat perawatan di Jakarta dan Denpasar. (ruli/syam/bbc)
Baca juga...
- Pria Terpendek di Dunia Ada di Kolombia
- Polisi Temukan Uang US$ 9 Juta di Drum Plastik
- Kebakaran Besar Gara-gara Pegolf Ceroboh
- Indonesia Ikuti MTQ Internasional ke-9 di Tunisia
- Obama: Perang Irak Telah Berakhir
- Pekerja Muslim di Italia Dilarang Puasa
- Kepolisian Meksiko Pecat 3.200 Personel
- Restoran Kanibal Ala Berlin
- Kelaparan, Gajah Makan Tas Pengunjung
- Kerja Paksa untuk Mantan Presiden
-
2 hari 8 jam yang lalu
-
4 hari 20 jam yang lalu
-
5 hari 20 jam yang lalu
-
1 minggu 18 jam yang lalu
-
1 minggu 2 hari yang lalu
-
1 minggu 5 hari yang lalu
-
2 minggu 1 hari yang lalu
-
2 minggu 2 hari yang lalu
-
2 minggu 3 hari yang lalu
-
2 minggu 3 hari yang lalu


Komentar
Kirim komentar