SBY Akui Keterbatasan PLN
Pemadaman bergilir yang kerap terjadi diberbagai wilayah Indonesia mengakibatkan terganggunya kegiatan ekonomi. Sering terjadinya pemadaman itu, diakui karena pemerintah terlambat menambah daya listrik.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengakui keterbatasan kemampuan Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam mengatasi masalah kekurangan listrik di Indonesia. Mengawali rapat kabinet terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (17/11), Presiden mengatakan, perlu diberikan peluang kepada pihak lain agar dapat bergerak di bidang kelistrikan melalui regulasi dan kebijakan yang tepat.
Untuk mengurangi krisis listrik, presiden mengatakan pemerintah akan menambah daya litrik dengan membangun kembali 10 ribu megawatt. Namun, pembangunan daya itu masih belum optimal.
Selain itu, SBY mengaku persoalan listrik juga diakibatkan tidak cepatnya respon PT PLN terhadap aspirasi pemerintah daerah yang kekurangan daya listrik. "Akhirnya jadi menumpuk," kata presiden.
Menurut presiden, agar ke depan lebih efektif dalam menambah daya listrik diperlukan sinergi dan subkoordinasi antarpemerintah daerah dan PLN sendiri dalam memasok listrik untuk kebutuhan masyarakat.
Kepada PLN, Presiden meminta agar dilakukan perbaikan manajemen, baik dari masalah keuangan maupun distribusi sehingga rakyat tidak lagi dikorbankan oleh pemadaman listrik akibat pengelolaan PLN yang tidak tepat.
"Saya juga ingin bisnis PLN adalah bisnis besar yang melibatkan triliunan rupiah, harus menunjukkan `governance` yang baik, tidak boleh ada yang aneh-aneh. Kalau aneh-aneh yang korban rakyat," ujarnya. (ant/viv/tin)
Baca juga...
- Darmin Gubernur BI Hingga 2013
- Tahun Depan, TDL Naik 15 Persen
- Ditjen Pajak Tak Setuju Zakat Jadi Pengurang Pajak
- Dengan ESQ, Kinerja PDAM Tirta Musi Meningkat
- Yogyakarta Stop Izin Minimarket
- 10 Hari Ramadan, Penjualan Parcel Sepi
- Tegal Tetap Kota Industri Komponen
- Jelang Lebaran, Rental Mobil Banjir Pesanan
- Jelang Lebaran, Minibus Bekas Langka
- Masih Ada, Tiket KA H-4
-
1 hari 1 jam yang lalu
-
2 hari 23 jam yang lalu
-
4 hari 11 jam yang lalu
-
1 minggu 22 jam yang lalu
-
1 minggu 3 hari yang lalu
-
1 minggu 5 hari yang lalu
-
1 minggu 5 hari yang lalu
-
1 minggu 6 hari yang lalu
-
1 minggu 6 hari yang lalu
-
2 minggu 1 jam yang lalu


Komentar
Kirim komentar