Indonesia Berambisi Negara Pertama Penghasil LNG dari CBM
Indonesia berambisi ingin menjadi negara pertama yang mengembangkan gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) yang berasal dari Coal Bed Methane (CBM).
"Kami saat ini berupaya supaya Indonesia bisa menjadi penghasil pertama CBM to LNG," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Evita Herawati Legowo di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (25/11/2009).
Rencananya LNG yang berasal CBM tersebut, lanjut Evita, akan dikirimkan ke seluruh pelosok tanah air untuk memenuhi kebutuhan gas dalam negeri. Pengiriman LNG tersebut akan dilakukan dengan menggunakan kapal-kapal kecil.
"Ini membuktikan kalau LNG itu tidak semuanya untuk diekspor," ungkapnya.
Evita menyatakan Indonesia memang memiliki cadangan CBM yang sangat besar yaitu mencapai 453,3 triliun cubic feet (Tcf) dengan total CBM basin sekitar 11 buah. Hingga dengan Agustus 2009, kontrak CBM yang sudah ditandatangani sekitar 15 CBM Kontrak Kerjasama (KKS).
"Minggu depan 5 kontrak CBM baru akan ditandatangani," ungkapnya.
Dengan mulai dieksplorasinya wilayah-wilayah kerja CBM ini, Evita memperkirakan produksi CBM akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2015, produksi CBM mencapai 500 mmscfd, di tahun 2020 meningkat menjadi 900 mmscfd dan pada tahun 2025 produksi CBM mencapai 1.500 mmscfd.
"Kami memperkirakan produksi rata-rata per sumur sekitar 250 mmscfd," kata dia.
Saat ditanya kapan pengembangan LNG dari CBM tersebut dapat terealisasi, Evita belum dapat memastikannya.
"Wah, nanti kalau disampaikan ramai dong. Kita lagi balapan dengan Australia," tandas Evita. (yni/dtk/sam)
Baca juga...
- Darmin Gubernur BI Hingga 2013
- Tahun Depan, TDL Naik 15 Persen
- Ditjen Pajak Tak Setuju Zakat Jadi Pengurang Pajak
- Dengan ESQ, Kinerja PDAM Tirta Musi Meningkat
- Yogyakarta Stop Izin Minimarket
- 10 Hari Ramadan, Penjualan Parcel Sepi
- Tegal Tetap Kota Industri Komponen
- Jelang Lebaran, Rental Mobil Banjir Pesanan
- Jelang Lebaran, Minibus Bekas Langka
- Masih Ada, Tiket KA H-4
-
1 hari 1 jam yang lalu
-
2 hari 23 jam yang lalu
-
4 hari 11 jam yang lalu
-
1 minggu 22 jam yang lalu
-
1 minggu 3 hari yang lalu
-
1 minggu 5 hari yang lalu
-
1 minggu 5 hari yang lalu
-
1 minggu 5 hari yang lalu
-
1 minggu 6 hari yang lalu
-
2 minggu 56 menit yang lalu


Komentar
Kirim komentar