Jumat, 3 September 2010

Asmaul Husna

Al-Ghaffar, Luasnya Samudra Ampunan

Al-Qur’an menyebut kata “Ghaffar” sebanyak lima kali, tiga kali berdiri sendiri, sedang dua kali lainnya dirangkai setelah penyebutan sifat dan nama Indah lainnya, yaitu Al-Aziz.

"Sesungguhnya Tuhanmu sangat luas maghfirah-Nya." (QS. At-Taubah: 117)

Al-Baari, Yang Maha Merencanakan

Manusia adalah salah satu mahakarya Allah yang luar biasa. Manusia bukanlah bentuk pengulangan dari ciptaan sebelumnya. Tidak ada manusia yang sama, sekalipun telah mencapai milyaran jumlahnya. Baik dari segi fisik, apalagi struktur kejiwaannya.

Al-Khaaliq, Indahnya Kreativitas Allah

Di puncak pencariannya, Muhammad saw menerima wahyu pertama di Gua Hira. Melalui lima ayat yang diturunkan pertama kali itu, Allah hendak memuaskan dahaga para pencari kebenaran, termasuk Muhammad tentang penciptaan alam semesta dan segala isinya. Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.

Al-Mutakabbir: Yang Pantas Menyombongkan Diri

Bumi, matahari, bulan, bintang, langit, dan seluruh alam adalah ciptaan-Nya, milik-Nya, dan berada dalam kendali-Nya. Tidak ada daun kering yang jatuh dari tangkainya, kecuali atas ijin-Nya. Tiada semut hitam yang merayap di atas batu hitam, pada malam yang gelap gulita, kecuali atas pantauan dan penglihatan-Nya.

Keagungan Al-Jabbar

Wahai Jabbar! Aku heran melihat yang mengenal-Mu, bagaimana dia memohon kepada selain-Mu…
Aku tak habis pikir kepada yang mengetahui sifat-Mu ini, bagaimana dia berpaling dari-Mu…..
Bukankah Engkau yang menutupi segala kekurangan, memperbaiki segala kerusakan,
dan mengembalikan keadaan sebaik mungkin.

Mulianya Al-Aziz

Selain Ar Rahman dan Ar Rahim, Al Aziz termasuk Asma-Nya yang paling banyak disebut dalam Al Qur’an. Pengulangan yang tidak kurang dari 99 kali ini mengisyaratkan pentingnya asma Al Aziz.

Sempurnanya Pemeliharaan Al-Muhaimin

Sebelum meninggalkan sarangnya, seekor induk burung memeriksa lingkungannya. Ia baru terbang meninggalkan sarangnya bila dipastikan anak burung yang ditinggalkannya benar-benar aman dari binatang pemangsa. Setelah cukup mendapatkan makanan yang bisa mengenyangkan perutnya dan bekal untuk anaknya, ia segera beranjak pulang.

Al Mukmin, Yang Memberi Rasa Aman

Ketika manusia baru lahir, ia adalah makhluk yang lemah. Ia sangat membutuhkan rasa aman dari orang-orang di sekitarnya, terutama ibunya. Ia membutuhkan jaminan pasokan makanan karena ia tidak bisa mencari makanan sendiri, bahkan untuk memasukkan makanan ke mulutnya ia memerlukan bantuan orang lain.

Damainya As Salaam

Dalam tradisi masyarakat ketimuran, jika seseorang bertemu atau berpapasan dengan orang lain, baik di jalan ataupun dalam suatu pertemuan, baik yang dikenal maupun yang belum dikenal, sangat dianjurkan untuk saling bertegur sapa.

Sucinya Al-Quddus

Ibnu Abbas menceritakan, bahwa ia pernah menghabiskan waktu malamnya bersama Rasulullah saw.

Sindikasikan konten