Jumat, 3 September 2010

Nigeria Larang Iklan Selamat kepada Pejabat

igbofocus.co.uk
Goodluck Jonathan (bertopi koboy)

Anda tentu sering melihat iklan ucapan selamat kepada orang yang terpilih sebagai presiden, menteri, gubernur, sampai bupati. Ucapan itu dengan mudah dibaca di media cetak, berasal dari banyak lembaga dengan latar belakang beragam. Dan sedikit kalimat pujian biasanya terselip di iklan tersebut.

Nah, baru-baru ini di Nigeria, hal semacam itu ditabukan. Pejabat Presiden Nigeria Goodluck Jonathan, Senin (15/2/2010), meminta semua pihak tidak memasang iklan di koran sebagai ucapan selamat kepadanya.

Biasanya, setelah ada pejabat baru, para koleganya langsung jorjoran memasang iklan ucapan selamat di surat kabar. ”Pejabat presiden juga melarang kunjungan solidaritas,” demikian pernyataan dari Ima Niboro, Asisten Khusus Media dan Publikasi Kepresidenan.  

Jonathan menduduki kursi nomor satu Nigeria pada pekan lalu untuk mengisi kekosongan kepemimpinan di negara yang paling banyak penduduknya di Afrika itu, setelah selama dua bulan Presiden Umaru Yar’Adua dirawat di rumah sakit di Arab Saudi.

Pada pidato kenegaraan perdananya, Jonathan menyatakan, tata kelola pemerintahan yang baik, akuntabel, dan transparan merupakan prioritasnya.

Kita, yang mayoritas penduduknya beragama Islam seharusnya lebih dulu melakukan itu. Jabatan adalah musibah, dan hanya ucapan innalillahi wa innailaihiroji’un yang pantas mengiringinya. Bukan pujian untuk mencari muka, karena hanya Allah yang patut dipuji. Akankah Indonesia menyusul? (kmp/erw)

0
No votes yet
Your rating: Tidak ada
Nikmati sajian informasi kami dari browser ponsel Anda di http://m.esqmagazine.com

Komentar

Kirim komentar

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
3 + 1 =
Selesaikan soal berhitung sederhana ini.