Rabu, 8 September 2010

ESQ Paradigma Baru Pembangunan SDM di Malaysia

Fariza
Ary Ginanjar saat menyampaikan paparannya

‘’Metode ESQ Way 165 semakin berkembang dan diterima di Malaysia, itulah sebabnya kami memilih Dr Ary Ginanjar selaku pimpinan ESQ Leadership Centre menjadi pembicara utama dalam Konferensi Pembangunan Sumber Manusia 2009 (Human Resources Development Fund 2009)”, ujar Morni Binti Bujang, General Manager Pembangunan Sumber Manusia Berhad. Acara yang diadakan pada Selasa (13/10) di Sunway Convention Centre Kuala Lumpur itu bertema Strategising Human Capital Development During Global Economic Crisis.

“Kami mengadakan penelitian mendalam sebelum memutuskan Dr. H.C Ary Ginanjar sebagai pembicara utama dalam konferensi ini, dan kami mendapatkan fakta bahwa Dr Ary Ginanjar dengan Metoda ESQ Way 165 nya merupakan paradigma baru dalam pembangunan sumberdaya manusia di Malaysia,” lanjut Morni.

Konferensi yang telah 9 tahun diadakan di Malaysia ini merupakan konferensi sumberdaya manusia terbesar di Malaysia yang diikuti oleh 1560 peserta dari berbagai perusahaan nasional dan multinasional di Malaysia serta dari beberapa negara Asia seperti Indonesia, Singapore, dan Thailand. Kegiatan ini dibuka oleh Menteri Sumberdaya Manusia Malaysia YB Datuk Dr. Subramaniam dengan para pembicara pakar dan praktisi sumberdaya manusia internasional antara lain Michael A. Potter, Diederick Stoel dari Profitwise International. John P. Keenan Presiden Institute for Leadership and Global Education, Innaci Dass Maria Francis Head of HR Proton Edar.

Sementara itu Dr. H.C Ary Ginanjar Agustian mengatakan bahwa ada 3 modal yang diperlukan dalam mengelola sumberdaya manusia, Modal Fisik (Physical Capital) seperti uang, materi dan aset perusahaan, Modal Emosional (Emotional Capital) yakni kemampuan memahami diri dan lingkungan dan selama ini dunia percaya bahwa dengan dua modal itu sebuah perusahaan akan berjaya. Namun ternyata dunia mengalami krisis global yang diakibatkan karena mismanagement, runtuhnya Good Corporate Governance, dimulai dengan runtuhnya Worldcom, Enron dan terakhir Lehman Brothers dan perusahaan raksasa dunia yang dulu dianggap tidak akan bisa runtuh, dan itu karena perusahaan mengabaikan nilai-nilai mulia.

‘’Krisis global terjadi karena pimpinan perusahaan tidak menggunakan modal ketiga ini yakni Modal Spiritual (Spiritual Capital), modal yang berasal dari kesadaran tertinggi bahwa ia bekerja bukan hanya untuk perusahaan, dirinya, dan keluarga tapi ia bekerja sebagai bagian dari pengabdiannya kepada Tuhan,” ujar Dr. Ary. Ketika kesadaran spiritual ini telah dimiliki maka nilai-nilai mulia seperti kejujuran, tanggung jawab, keadilan, kepedulian akan menjadi prinsip hidupnya. ’’Jika perusahaan mampu memberikan modal spiritual kepada seluruh karyawannya maka karyawan akan memiliki komitmen yang bukan hanya fisik dan emosional tapi juga komitmen spiritual,” ungkap Dr Ary. Ketiga modal ini harus disinergikan karena dengan sinergi ini akan menghasilkan motivasi secara total dalam sumberdaya manusia. ‘’Dengan sinergi ketiga kecerdasan itu maka perusahan bukan hanya dapat menerapkan Good Corporate Governance tapi juga GOD Corporate Governance yang akan membuat perusahan atau lembaga akan mampu bertahan dalam menghadapi situasi krisis global ini,” lanjut Ary.

Saat ini di Malaysia telah terdapat lebih dari 50.000 alumni ESQ, dan banyak perusahaan berskala nasional maupun multinasional di Malaysia yang telah mengirimkan pegawainya dalam training ESQ.

Sementara itu, Jumat (6/10) pada Perhimpunan Agong UMNO yang dihadiri 2000 orang perwakilan seluruh Negara, Menteri Pertahanan Dato’ Ahmad Zahid mengumumkan bahwa Training ESQ akan diberikan pada semua anggota UMNO di seluruh Negara. Hal itu menyusul pernyataan ketua Polis Negara Malaysia, YDH Tan Sri Musa bin Tan Sri Hassan, yang akan mengirimkan 18.000 anggotanya ke training ESQ. (fariza/ida - www.esqmagazine.com)

0
No votes yet
Your rating: Tidak ada
Nikmati sajian informasi kami dari browser ponsel Anda di http://m.esqmagazine.com

Komentar

Kirim komentar

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
6 + 3 =
Selesaikan soal berhitung sederhana ini.