Bayi Prematur, Karena Gen?
Bayi yang lahir prematur kerap menyisakan beragam pertanyaan dan persoalan. Apa penyebabnya? Meski komplikasi medis dan infeksi disebut sebagai faktor penyebab bayi lahir kurang bulan, namun sebagian besar kasus kelahiran prematur masih jadi misteri. Adakah faktor keturunan?
Pertanyaan ini mulai terjawab setelah para peneliti dari US National Institutes of Health melakukan penelitian terhadap 700 varian DNA pada 190 gen wanita yang melahirkan bayi prematur dan yang melahirkan bayi cukup bulan. Darah tali pusat bayi mereka juga diperiksa untuk mengetahui variannya.
Hasilnya? Ternyata ada kaitan antara faktor DNA dengan bayi yang lahir prematur (kurang bulan). Para ilmuwan dari Amerika Serikat berhasil menemukan perbedaan DNA pada bayi-bayi yang lahir prematur.
Terungkap bahwa variasi gen lebih sering ditemukan pada para ibu yang melahirkan bayi prematur dan juga bayinya. Bayi yang membawa gen "interleukin 6 receptor" cenderung lahir lebih dini. Gen ini diyakini memegang peranan penting dalam mengatur sistem imun untuk melawan infeksi dan peradangan.
Bila terjadi infeksi, gen tersebut akan mengirim sinyal pada tubuh untuk segera menyiapkan diri pada persalinan. Kadar gen interleukin 6 yang terlalu tinggi dalam cairan ketuban dan darah bayi diduga menyebabkan bayi lahir sebelum waktunya meski sebenarnya tidak terjadi infeksi.
"Hipotesa kami adalah ibu atau janinnya menerima sinyal untuk kelahiran lebih awal bila lingkungan di dalam rahim sudah tidak nyaman. Misalnya saat terjadi infeksi di rahim, sinyal yang dikirim tubuh untuk segera melahirkan memiliki manfaat, antara lain melindungi si ibu dari infeksi sehingga ia kelak masih bisa hamil lagi," papar Dr Roberto Romero, ketua peneliti. (kmp/tjb/erw)
Baca juga...
- Kornea Biosintetik Atasi Kerusakan Mata
- Asparagus dan Bawang Putih Kurangi Obesitas dan Diabetes
- Obesitas Lei Lei, Gara-gara BPA?
- Puasa dan Kesehatan Perempuan
- Inilah Obat Tradisional Berbahaya Temuan BPOM
- Selama Ramadan, PMI Gelar Donor Darah Malam Hari
- Tips Menyiapkan Sarapan Pagi Sehat dan Cepat
- Sanitasi Indonesia Terburuk di ASEAN
- Depresi dan Schizophrenia Jadi Momok di Jerman
- Stop Pinjam Gunting Kuku
-
1 hari 1 jam yang lalu
-
2 hari 23 jam yang lalu
-
4 hari 11 jam yang lalu
-
1 minggu 22 jam yang lalu
-
1 minggu 3 hari yang lalu
-
1 minggu 5 hari yang lalu
-
1 minggu 5 hari yang lalu
-
1 minggu 5 hari yang lalu
-
1 minggu 6 hari yang lalu
-
2 minggu 59 menit yang lalu


Komentar
Kirim komentar