Saat itu tahun 2000, bulan Agustus, jasad Ungku dan Mak Tuoku masih berdiri tegak di jagad dunia. Saat itu, aku turut menemani Ungku ke Sumbar, sebagai pahlawan veteran, pejuang 45. Setiap tahun, Pemda Sumbar mengundang veteran Sumbar dari seluruh Indonesia untuk pulang kampuang basamo. Dan sebuah kehormatan bagiku untuk menemani pejuang-pejuang bangsa ini sampai ke tujuan.