Jumat, 12 Maret 2010

Karya Alumni

Positive Branding, Membentuk Citra Positif

Beberapa waktu lalu saya harus memperpanjang paspor yang hampir habis masa berlakunya. Saya pun pergi ke kantor Imigrasi Jakarta Pusat di daerah Kemayoran. Salah satu proses yang harus saya lalui adalah wawancara. Begitu masuk ruang interview, saya dipersilakan duduk oleh petugas.

Sajak untuk Bunda (Untaian Curahan Hati)

Ibu,
Sejujurnya aku ingin kirimkan seuntai maafku kepadamu
Untuk semua kenistaan diri
yang pernah tercurah kepadamu

Catatan Perjalanan Diri

Ketika kulangkahkan kakiku ke arah ini,
Seketika hatiku terasa kelu,
Ada yg hilang dari separuh jiwaku
Terasa berat memulai dalam kesendirian hati,
tapi bayangan sang rajawali yang tengah bebas mengepakkan sayapnya di angkasa luas
Senantiasa mengilhami hatiku
Bahwa hidup ternyata harus berjalan terus
Dan kobar api tidak boleh pernah redup

Obrolan di Emper Surau

Kebanyakan orang tahunya dosa dan pahala hanya didapat pada saat seseorang melakukan keburukan atau kebaikan saja. Padahal tidak demikian. Dosa dan pahala adalah benda berantai yang sulit diputus.

Satu contoh sederhana, kalau seseorang berbohong, maka dia akan mempunyai "tanggung-jawab" untuk melindungi kebohongannya agar tidak ketahuan. Caranya: dengan berbohong lagi.

Dalam Satu Episode

Masa, menjemput
Tak terasa, guliran waktu menggelinding
Episode kehidupan, begitu cepat mengurangi umur
Menggerus langkah demi langkah menuju kematian

Wahai jiwa,
Sadarlah dan angkatlah rohmu
Teteskan air mata
Tunduklah dan sujudlah ke Al Khalik
Raja segala raja semesta

Kenangan di Pariaman

Saat itu tahun 2000, bulan Agustus, jasad Ungku dan Mak Tuoku masih berdiri tegak di jagad dunia. Saat itu, aku turut menemani Ungku ke Sumbar, sebagai pahlawan veteran, pejuang 45. Setiap tahun, Pemda Sumbar mengundang veteran Sumbar dari seluruh Indonesia untuk pulang kampuang basamo. Dan sebuah kehormatan bagiku untuk menemani pejuang-pejuang bangsa ini sampai ke tujuan.

Hujan Air Mata di Negeri Tercinta

Innalillahi wainnaillaihi rojiun. Mungkin itulah kalimat yang harus kita ucapkan pada saat-saat ini. Belum selesai semua bencana di negeri ini!

Positive Thinking

Beberapa waktu yang lalu seorang kawan saya mengikuti tes pegawai di sebuah instansi. Setelah melalui serangkaian tes bertahap, sampailah ia pada tahap wawancara. Segala hal dipersiapkan secara matang agar tes tahap akhir ini sukses.

Aku di Sini

Hari ini hidup menuturkan kepadaku 

Aku sudah di sini... 

Apapun yang terjadi,aku berjanji 

Tidak akan mengeluh 

Kenapa setelah sekian banyak kesenangan yang aku dapatkan...

Harus berakhir dengan rentetan keluhan 

 

Aku sudah di sini 

Sindikasikan konten