Kamis, 17 Desember 2009

Perjanjian Perubahan Iklim Sulit Disepakati di Kopenhagen

citizensclimatelobby
Penyebab pemanasan global

Kesepakatan akan perjanjian perubahan iklim dan pengurangan pencemaran gas penyebab kenaikan suhu global, nampaknya masih akan sulit dicapai dalam pertemuan puncak di Kopenhagen, Denmark, Desember mendatang.

Hal ini terkait dengan masih banyaknya permasalahan dalam penentuan sasaran pengurangan emisi dan ganti rugi untuk negara-negara berkembang.

Hal ini menjadi sorotan serius dalam Perundingan Internasional Perubahan Iklim PBB di Barcelona, Spanyol yang berlangsung tanggal 2-6 November 2009.

Salah satu masalah kunci adalah upaya yang harus dilakukan dalam mencapai sejumlah hal penting seperti pengurangan emisi dan dana untuk membantu negara berkembang menghadapi perubahan iklim.

Masalah lain adalah tidak adanya kemajuan dalam pembahasan rancangan undang-undang iklim di Amerika Serikat.

Rancangan undang-undang tentang iklim kini tengah dibahas di Senat, Amerika namun diperkirakan RUU itu tidak akan diloloskan sebelum pertemuan di Kopenhagen.

Para pejabat dalam pertemuan di Barcelona saat ini membicarakan tentang kemungkinan meraih perjanjian politik dalam pertemuan di Denmark yang mencakup pengurangan emisi, jadwal waktu, dan soal pendanaan.

Artur Runge Metzer, juru runding untuk Uni Eropa, mengatakan semua pihak melihat kenyataan politik, khususnya di Amerika Serikat dan karena itu semua pihak perlu lebih fleksibel.

Namun, banyak delegasi mengatakan penundaan itu karena tidak adanya keinginan politik.

Agus Purnomo, kepala sekretariat Dewan Nasional Perubahan Iklim Indonesia, yang hadir dalam pertemuan di Barcelona mengatakan negara-negara maju sengaja mengulur waktu sampai pada hari-hari terakhir di Kopenhagen.

Pada bulan Oktober yang lalu di Bangkok, United Nations Framework Convention on Climate Change  (UNFCCC) belum berhasil menyepakati target global penurunan emisi gas rumah kaca jangka menengah dan jangka panjang.

Sementara itu, perundingan mengenai kelanjutan Protokol Kyoto juga masih menemui "jalan buntu" karena keengganan negara maju merundingkan target mereka dalam fase komitmen kedua set tahun 2012. (bbc/vnc/kbi/ikawww.esqmagazine.com)

Komentar

Kirim komentar

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
13 + 5 =
Selesaikan soal berhitung sederhana ini.