Jumat, 12 Maret 2010

Antisipasi Badai Matahari, LAPAN Redam Isu Kiamat 2012

blogspot

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) berusaha meredam isu kiamat 2012 dengan menjelaskan fenomena badai matahari kepada seluruh humas di instansi pemerintah.

"Isu mengenai kiamat 2012 itu cukup meresahkan," ujar Direktur Sarana Komunikasi Departemen Komunikasi dan Informatika Subagyo MS, di Kantor Lapan, Jakarta Timur, Selasa 15 Desember 2009.

Menurut Subagyo, pengetahuan mengenai fenomena badai matahari 2012 ini perlu disebarkan. Tujuannya, supaya dapat memberi pemahaman sains.

"Berdasarkan pengamatan asteroid, perilaku matahari, dan gerakan lempeng bumi, tidak teramati objek yang membahayakan," kata Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Adi Sadewo Salatun.

Menurut situs New Scientist, maksud dari badai matahari atau solar storm adalah siklus kegiatan peledakan dahsyat dari masa puncak kegiatan bintik matahari (sun spot). Biasanya setiap 11 tahun, matahari akan memasuki periode aktivitas badai matahari.

Ilmuwan Amerika baru-baru ini memperingatkan bahwa pada tahun 2012 bumi akan mengalami badai matahari dahsyat (Solar Blast) dan daya rusaknya akan jauh lebih besar dari badai angin “Katrina”. Diperkirakan, hampir semua manusia di bumi tidak akan dapat melepaskan diri dari dampak bencananya.

Saat ini matahari memang sedang tenang. Namun, solar maximum atau puncak aktifitas, diprediksi akan terjadi pada 2012. Lalu apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya? Pembangkit listrik cadangan harus disiapkan. Selain itu satelit baru juga harus diluncurkan untuk mengamati apa yang terjadi di matahari.

Mungkin saja, badai matahari tidak terjadi pada 2012. Namun, pada 2023 akan kembali rawan karena daur solar maximum kembali terulang. Cepat atau lambat, badai itu pasti akan terjadi. Mungkin kita harus menyiapkan lilin, jika listrik pada akhirnya untuk sementara tidak tersedia. (vn/eb/ic/ika www.esqmagazine.com)